Sahabat Doraemon: Kantong Ajaib itu Ada di Dada Kamu
Posted by: u-maku in エイサー, tags: publicationSiapa yang tidak kenal tokoh kartun berwarna biru terang ini? Anak-anak menjadikan Doraemon idola dan tidak sedikit yang ingin memiliki Doraemon di kamar mereka. Begitu terkenalnya, tokoh ini sampai dijadikan duta animasi di acara puncak 50 tahun persahabatan dan hubungan diplomatik Indonesia-Jepang pada November lalu.
Apa yang membuat Doaraemon spesial di mata dunia?
Saat kita kecil dan hobi menonton film kartun Doraemon, ada keinginan memakai semua benda yang dikeluarkan dari kantong ajaib. Alat untuk mengerjakan PR, alat menghindari omelan orang tua, alat membalas gangguan teman, atau sekadar baling-baling bambu. Hal-hal instan seperti itulah yang ada di pikiran anak kecil, ya bisa juga ada di pikiran orang dewasa yang berpola pikir seperti anak kecil. Tidak usah repot-repot dalam meraih mimpi, carilah seseorang yang bisa menyelesaikannya dalam sekejap!
Tidak semua orang senang dengan kehadirannya. Banyak yang bertanya-tanya, apa sih bagusnya tokoh bernama Doraemon ini? Bukankah ia hanya menjadikan orang-orang di sekitarnya malas dan tak mau susah dalam menjalani hidup?
Dalam satu episode yang menceritakan Doraemon kehilangan kantong ajaib, ia menjadi tak berguna sama sekali dan membuat sahabat-sahabatnya kecewa. Jadi apakah yang lebih penting?
Kantong ajaib adalah tempat keluarnya bermacam benda yang bisa mewujudkan impian. Apakah hal itu mustahil dalam kehidupan nyata? Pernahkah kita sadari bahwa sebenarnya tiap individu telah memiliki kantong ajaib sendiri? Pada dasarnya kita semua sudah memiliki kemampuan untuk membuat impian menjadi nyata. Tak perlu alat supercanggih atau barang modern dari abad 22. Hanya dengan berpikir kreatif atau melakukan hal kecil, kita bisa mengubah dunia. Setidaknya mengubahnya menjadi lebih menyenangkan untuk kalangan sendiri.
Berkumpul bersama teman-teman sehobi untuk melaksanakan kegiatan positif bisa menjadi jalan terbukanya sesuatu yang baru, yang tak pernah kita duga sebelumnya.
Sekumpulan anak muda seperti, kami misalnya, awalnya mempelajari Eisa hanya untuk hobi. Lama kelamaan, selain bisa bersenang-senang bersama, otomatis pengalaman hidup juga bertambah. Hal itu tak dapat tergantikan oleh apa pun.
Walaupun begitu, bukannya tidak ada hal-hal yang menghalangi dalam belajar Eisa. Tak perlu ragu apalagi mundur ketika mendapat tentangan dari luar. Hidup ini kitalah yang mengaturnya. Jangan menunggu-nunggu kehadiran sesosok Doraemon. Sebagai sahabat masa kecil kita, ia pasti akan membantu mengabulkan semua harapan melalui imajinasi masing-masing.
Kalau kami boleh meminta sesuatu kepada sahabat tercinta Doraemon, cukup satu. Pintu ke mana saja. Pertama, hal tersebut akan sangat membantu di saat kami pentas di tempat yang jauh dan kesulitan mencari transportasi yang memadai untuk membawa semua properti. Kedua, kami bisa pergi ke Okinawa untuk mengikuti festival Eisa se-Okinawa yang diadakan di sana, amin.
Tetapi jika ternyata Doraemon menolak permintaan itu, kami akan berusaha mengatasinya seperti yang sudah dilakukan sampai sekarang. Kami pun pasti berjuang sekuat tenaga untuk pergi ke Okinawa dengan usaha sendiri untuk belajar Eisa beramai-ramai di sana. Semangat! Atau yang dikatakan oleh orang-orang Okinawa, chibariyo! M-5
Author : Cut Annisa Maulidya (Cupphe)
Source : http://mediaindonesia.com/index.php?ar_id=NTQyMTI=
Terbit di koran Media Indonesia: Minggu, 04 Januari 2009
Entries (RSS)