13 tahun Odaiko Moromizato Seinenkai di Indonesia (1995 – 2008)
Posted by: u-maku in エイサー, tags: history, Kemayoran, Moromizato Seinenkai, perayaan 13 tahun Odaiko, taiko, ulangtahun U-Maku Eisa ke 6Sudah lihat Odaiko (Taiko Besar) U-Maku Eisa? Ternyata sejarahnya panjang lhoh..
Let’s check it out!
1995.10.15: Pertunjukan Eisa oleh Moromizato Seinenkai di Kemayoran
Pertama kali aku melihat eisa dipentasin waktu tahun 1995 di Kemayoran. Wiiih, bagus banget!! Waktu itu aku sama sekali gak tahu nama kelompoknya. Baru kemudian hari diketahui mereka berasal dari kelompok Moromizato Seinenkai. Mereka membawa pasukan pemain odaiko (taiko besar), pemain shimedaiko (taiko sedang), chondara (badut), te odori, dan hatagashira (pemegang bendera). Ternyata oh ternyata, hatagashira-nya waktu itu orang Indonesia yang pernah belajar eisa di Okinawa, Pak Djaharry.

Penampilan Moromizato Seinenkai membuatku seperti tersihir. Aku terkesan banget sama teriakan pemain dan suitan chondara. Pas mereka jalan menuju panggung, terdengar jelas suitan, teriakan pemain, dan bunyi taiko. Sampe merinding!!


Oh ya ada lagi, semua pemain taikonya ganteng-ganteng!! Hwaaa~! Ada pemain Odaiko yang besar, kurus, dan agak hitam yang bikin mataku gak bisa berpaling. Senyumnya itu lhoooh, manis banget euy.
Aku sangat menikmati pertunjukan mereka.
Tapi saat itu gak pernah terlintas di kepalaku untuk bisa maen eisa.
Empat tahun kemudian…
1999: Perjalanan Odaiko dari Tangan ke Tangan
Waktu itu di UI, aku dan teman-teman kenalan dengan salah satu mahasiswa BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing) dari Okinawa, namanya Fukuhara Yuko. Kebetulan dia juga ikut latihan taiko sama kita di Japan Club. Aku dan Yuko tergabung dalam satu kelompok yang terdiri dari anak UI semua: ada Ardi, Ayu, Dian, Dina, Vita.
Suatu hari di JC, Yuko datang membawa Odaiko dan Paranku setelah 4 tahun peralatan tersebut ditinggalkan oleh Moromizato Seinenkai kepada Nishihira-san dan Ota-san. Kita sempet diajarin sama Yuko cara pake alat-alat itu dan satu lagu yaitu Miruku Munari. He he… senangnya.
Setelah Yuko balik ke Okinawa, Odaiko kembali berpetualang. Mulai dari diinapkan di rumah Dina, Ardi, bahkan pernah diinapkan hampir setengah tahun di ruang penyimpanan alat-alat musik bareng gamelan di UI. Hu hu, kacian yak. Waktu itu kita belum terlalu mengerti dengan baik penggunaan dan perawatannya.
Setelah sekian lama…
2002.11.09 : Awal Mula U-Maku Eisa Shinka Indonesia
Tanggal 9 November 2002, kita berkumpul di rumah Henny untuk membuat kelompok Taiko Okinawa. Dan sejak saat itu, resmilah Odaiko Moromizato Seinenkai kembali aktif. Dulu tali selempangnya warna merah. Tapi kita ganti karena sudah hampir putus. Di sekeliling badan Odaiko ada kata-kata kenangan dari anggota Moromizato. Makanya sayang banget kalo dicat ulang.

2006. 08 : Pertemuan Kembali setelah 11 Tahun
Akhirnya dapet juga kesempatan untuk ke Okinawa. Bener-bener waktu yang pas untuk melihat eisa karena bertepatan dengan perayaan Obon.
6 Agustus malam, aku, Marissa, Yuko, dan Om Fu jalan-jalan untuk lihat Michijune Eisa (parade eisa di jalanan perumahan). Tiba-tiba Yuko bilang, “Pepen, kelompok ini yang kasih kalian Odaiko”. Hwaa~!! Kaget banget, karena bisa ketemu Moromizato Seinenkai yang lagi Michijune.
Kita ikutin mereka yang terus jalan sambil maen eisa. Sampai di salah satu rumah orang yang dituakan, mereka beristirahat. Baru deh Om Fu maju untuk bicara sama ketuanya. Langsung aja salah satu tetua mereka nyuruh anggota Moromizato yang pernah ke Indonesia untuk kumpul. Jadilah kita foto bareng mereka. He..he.. gak nyangka bisa ketemu lagi sama yang maen eisa di Kemayoran tahun 1995. Ternyata pemain Odaiko yang senyumannya paling manis waktu itu namanya Mori-san. Sekarang dia sudah gak maen Odaiko lagi, tapi jadi Jikata (pemain sanshin yang mengiringi eisa).

9 Agustus, kita datang lagi ke tempat latihan Moromizato. Mereka perlihatkan foto-foto waktu pentas di Kemayoran dulu. Hwaa~! Lucu jadinya bisa ketemu lagi dan ngobrol langsung dengan mereka. Kita juga sempetin foto dengan Odaiko-odaiko Moromizato yang masih bagus-bagus. Hu hu.. jadi pengen.
Ternyata malam itu ada peringatan 100 tahun bendera Moromizato. Aku diminta maen sanshin di depan tamu-tamu dan anggota Moromizato untuk berterimakasih karena sudah dikasih Odaiko. Karena waktu itu gak bawa sanshin, akhirnya aku dipinjemin sanshin salah satu jikata Moromizato. Hu hu.. deg-degan pake sanshin mereka.

Senangnya bisa bertemu kembali setelah 11 tahun.
2008.11.09 : Spirit Moromizato Seinenkai di Nihon no Matsuri – Kemayoran
Di tempat yang sama dan dengan Odaiko yang sama ketika Moromizato pentas 13 tahun yang lalu, U-Maku Eisa Shinka Indonesia akan pentas di Kemayoran November ini. Hatagashira dan chondara-nya dari Teru Teru Bozu (ekskul Jepang) SMU Cendrawasih 1 Jakarta, salah satu sekolah yang ikutan workshop taiko okinawa.
Yak, pas di perayaan ulang tahun U-Maku Eisa Shinka Indonesia yang ke 6 tanggal 9 November nanti, kita juga merayakan 13 tahun Odaiko Moromizato Seinenkai di Indonesia. Walau bagaimanapun kondisi Odaiko Moromizato Seinenkai, spiritnya tetap membara.
Odaiko-san, Onegaishimasu..
(author:pepen//editor:heti)
Entries (RSS)
sugoiiii~ cuma baca aja kok merinding yaa… ;p
iyaa, tambahan lagi sebenernya sebelum dibawa ke Indo, odaiko-nya dah 6 tahun di okinawa. jadi total umurnya 19 TAUN!! iyey, berarti taun depan mau melepas masa dewasa nih..